Rheumatology
Diabetes
Heart info
Stroke
Cancer
Others
 
 
  KONSULTASI GIZI

Ibu dan Anak

Variasi makanan bayi
Tanya :
Anak saya, Rio, usianya memasuki 6 bulan dengan berat badan 6,9 kg dan tingi 68 cm. Sejak usia 4 bulan, saya sudah memperkenalkan makanan padat berupa bubur susu instan sesuai petunjuk pada kemasan. Selanjutnya, saya mencoba menambah takaran tetani selalu tidak habis dimakan. Apakah pemberian bubur susu instan yang tidak sesuai takaran dapat mengganggu status gizi anak saya? Mohon Ibu berikan jadwal makan untuk anak usia 6 bulan dan contoh menu bergizi buatan sendiri agar anak tidak cenderung cepat bosan. Atas jawaban Ibu saya ucapkan termia kasih.
Ny Bambang Iswanto, Bogor

Jawab:
Meskipun masih kurang 3 ons, pada dasarnya berat badan anak anda sekarang sudah cukup baik. Sayangnya anda tidak menyebutkan berat lahir anak anda, sehingga agak sulit untuk memastikan berat idealnya.
Pemberian makanan padat sejak usia 4 bulan sebaiknya diberikan secara bertahap. Mulai dengan buah buahan dan selanjutnya bubur susu. Buah yang diberikan pertama-tama adalah jeruk manis, pisang dan pepaya. Sajikan buah buahan tersebut satu per satu secara bergantian. Atau campurkan pisang dan jeruk. Berikan satu kali sehari. Selain itu, berikan pula bubur susu, juga satu kali sehari.
Anda dapat juga membuat berbagai variasi bubur susu, sehingga anak bisa mengenal berbagai rasa, selain menghindari agar tidak cepat bosan. Apabila anak menolak satu jenis bubur susu, berikan jenis bubur susu lain yang dicairkan dengan susu. Sebaiknya, bubur susu ini tetap diberikan karena makin bertambah usia bayi, ia makin membutuhkan tambahan gizi disamping ASI.
Sebagai pengental bubur, bisa digunakan tepung beras, tepung maizena atau tepung kacang hijau. Tepung beras dan tepung kacang hijau bisa anda buat sendiri dari beras atau kacang hijau yang disangrai kemudian ditumbuk dan diayak. Jika ingin manis, Anda dapat menambahkan gula pasir sebanyak satu sendok teh.

Untuk pola pemberian makan anak usia 6 bulan adalah sebagai berikut :
1. ASI, sesuai keinginan bayi atau pengganti ASI, 2 -3 kali @220 ml sehari
2. Bubur susu, 1 kali sehari. Buah 1 kali sehari. Nasi tim saring 1 kali sehari
3. Kuning telur ayam, 1 kali sehari.

Mie instan untuk Ibu Hamil, bolehkah ?
Tanya :
Saya seorang calon ibu yang saat ini sedang mengandung anak pertama. Usia kandungan saya sekarang adalah 2 bulan. Selama kehamilan, saya tidak mengalami gangguan mual mual atau muntah yang seperti umumnya terjadi pada ibu hamil. Tetapi belakangan ini saya sangat suka mengkonsumsi mie terutama mie instant . Yang ingin saya tanyakan apakah mie, apalagi mie instant cukup bergizi untuk dikonsumsi ibu hamil?
Lia , Bontang

Jawab :
Kondisi Anda saat ini sangat baik untuk tumbuh kembang janin. Alangkah beruntungnya Anda, karena selera makan Anda tetap baik, tidak terganggu oleh rasa mual yang biasanya dialami oleh ibu yang sedang hamil muda. Dengan demikian, janin yang sedang tumbuh di dalam kandungan Anda akan mendapat cukup makanan.
Mengenai kegemaran Anda mengkonsumsi mie instant, terutama untuk sarapan sebaiknya jangan gunakan bumbu yang terdapat dalam kemasan. Biasanya di dalam bumbu siap pakai tersebut terdapat MSG ( Mono Sodium Glutamat ). Bahan penyedap makanan ini bukan hanya tidak baik untuk anda, tetapi juga berbahaya bagi janin anda. Gantilah dengan bumbu segar buatan sendiri dan dilengkapi dengan sumber gizi liannya seperti mineral, vitamin dan protein.
Kebutuhan makanan ibu hamil, jumlahnya akan meningkat. Hal ini karena zat gizi yang diperoleh, dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Zat Gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil :
1. Kalori : lebih kurang 2500 gr kalori sehari
2. Protein : 60 gr sehari dnegan penambahan 12 gr dari sebelumnya yang diambil dari susu, daging, telur, ayam, tahu, tempe dan kacang kacangan.
3. Serat : terdapat dalam sayuran dan buah untuk menghindari konstipasi (sembelit) atau membantu sistem sekresi agar mudah buang air besar.
4. Vitamin dan Mineral :
Vitamin A : Kuning telur, hati, sayuran, buah dan mentega
Vitamin B Kompleks : biji bijian, kacang kacangan, daging, hati, telur, ikan, yogurt, sayuran hijau
Vitamin C : Sayuran dan Buah
Mineral :
Kalsium : susu dan hasil olahannya, ikan teri, kacang kacangan, saturan hijau
Besi : Daging, hati, sayuran hijau, kacang kacangan
Fosfor : Beras, gandul, kacang tanah
Seng : Daging merah, telur, Namur, ikan, kedelai
Lodium : Sayuran hijau, ikan, nenas, strawberry, kacang tanah .

Dengan mengatur makanan yang tepat, tentu Anda akan terhindar dari anemia yang umumnya dialami oleh ibu hamil dan berat bayi lahir rendah ( BBLR ). Dengan jumlah makanan yang cukup, bayi akan terhindar dari berat lahir rendah. Di negara maju, pertambahan berat badan yang normal selama hamil berkisar antara 12-14 kg. Apabila ibu hamil kekurangan gizi atau makan tidak sesuai dengan kebutuhan, penambahan berat badan hanya berkisar antara 7-8 kg sehingga ada kecenderungan bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang tepat juga berarti menghindari ibu hamil mengalami kejadian yang fatal saat melahirkan.
Mengingat anda dalam kondisi hamil, saya menganjurkan supaya anda mengkonsumsi makanan dari bahan makanan segar. Sebab, makanan yang telah diproses, kemungkinan besar sudah tercemar polusi zat additive, seperti zat pengawet makanan, perenyah atau penyedap, yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin .

Kebutuhan bahan makanan ibu hamil dalam seharí :

Nama Bahan Berat ( gram ) Ukuran rumah tangga
Beras 350 4 ½ gelas nasi
Daging 200 4 potong
Tempe 100 4 potong
Telur 50 1 butir
Kacang Hijau 25 2 ½ sendok makan
Sayuran 250 2 ½ gelas
Buah 200 2 buah pisang
Minyak 25 2 ½ sendok makan
Gula 25 2 ½ sendok makan
Susu 250 1 gelas

Menu penambah berat badan anak
Tanya :
Anak saya, 15 bulan, 8 kg dan panjang 71 cm. Lahir dengan berat badan sangat rendah yaitu 1,85 kg. Saat ini saya masih memberikan ASI disamping selalu berusaha memberikan makanan bergizi, agar berat badannya normal. Karena jumlah giginya sudah bertambah banyak, ia saya beri nasi yang agak lunak. Tetapi, paling banyak ia hanya mau menelan 2 - 3 sendok teh saja. Sebaliknya kalau saya beri makanan yang di blender, ia mampu makan sampai habis. Saya juga memberinya buah, tetapi mengapa sering sulit buang air besar? Bagaimanakah pola makan anak saya? Apakah sudah tepat agar bisa mencapai berat badan normal?
Ike, Jakarta

Jawab :
Anak Anda tergolong BBLR atau berat badan lahir rendah. Tetapi, berat badannya saat ini sudah cukup baik, karena sudah mencapai tiga kali berat lahir. Walaupun demikian, pertambahan berat badannya harus selalu dipantau agar tetap berkisar pada berat badan normal sesuai usianya. Semua itu hanya bisa dicapai lewat pengaturan makanan. Sebenarnya, pola makan kurang. Misalnya saja, ia hanya makan nasi 2 -3 sendok teh. Hal ini berarti jumlah lauk dan sayuran yang disantap pun kurang jumlahnya.
Meskipun si kecil masih mendapat ASI, jika diperhatikan perkembangan berat badannya, jumlah ASI tersebut tidak mencukupi. Mungkin karena produksi ASI anda sudah mulai berkurang sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan anak. Apalagi, mengingat usianya sudah bertambah besar, tak lama lagi ia perlu disapih dan diganti dengan susu formula dilengkapi dengan aneka bahan makanan bergizi.
Pemberian makanan untuk anak BBLR sebaiknya dilakukan hati hati dan secara bertahap. Kalau sekarang ia masih ingin makanan lunak dan diblender, walaupun sudah tumbuh gigi untuk sementara waktu berikan saja. Kemudian secara bertahap berikan makanan yang agak kasar, sehingga ia bisa mengenal tekstur dan rasa berbagai jenis bahan makanan, seperti ikan, daging, telur atau sayuran. Sebaiknya berikan sayuran terutama yang berwarna seperti wortel, bayam, kangkung, tomat dan labu kuning. Makanan ini sebaiknya diberikan dengan takaran yang sesuai. Perihal susah buang air besar, bisa diatasi bila diberikan nasi tim sehari tiga kali dengan komposisi sayuran dan buah yang cukup.

Menu untuk anak sulit makan
Tanya :
Saya seorang ibu bekerja (39 tahun) yang sedang menyusui. Saat ini bayi saya berusia 7 bulan. Beberapa hari yang lalu, dokter mendiagnosa saya menderita tekanan darah tingi, yakni 90/140. Sedangkan berat badan saya saat ini 61 kg dan tingi 148 cm. Dokter menganjurkan untuk mengurangi berat badan dengan cara berolah raga dan mengatur pola makan. Masalahnya, saya khawatir, pola diet yang saya jalankan akan mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI. Karena itu mohon bantuan Ibu untuk memberikan saran, pola makan yang bagaimana yang harus saya jalankan sekarang ini.

Ny Micky - Batam

Jawab :
Untuk melihat apakah berat badan anda normal atau tidak, pakailah rumus IMT (indeks Massa Tubuh ) :


Berat (kg) / (Tinggi (m) x Tinggi (m))
contoh : 61 / (1.48 x 1.48) = 27.85

Menurut ketentuan, jika hasilnya :

< 18.5 Kurus
18.5 - 25 Normal
25 - 27 Gemuk
> 27 Obesitas

Berat badan anda masih sedikit berlebih, karena angka hasil IMT masih diatas 27. Mengingat anda masih tetap ingin menyusui, sedangkan ASI tergantung pada mutu dan jumlah makanan yang dikonsumsi, sebaiknya untuk sementara Anda jangan mengurangi makan, tetapi cukup dengan mengatur jenis makanan agar tekanan darah turun. Misalnya, mengurangi atau membatasi makanan yang berkadar garam Natrium (Na) tingi. Seperti diketahui, makanan ini dapat menyebabkan hypertensi.

Selain hal tersebut, memodifikasi gaya hidup merupakan alternatif untuk mengontrol hipertensi. Bagaimana caranya :
1. Mengurangi konsumsi Natrium menjadi 2 gram per hari atau setara dengan 6 gram garam dapur. Menghindari makanan yang banyak mengandung natrium. Misalnya saja makanan yang diproses dengan garam, yaitu makanan kaleng, ikan asin, telur asin, abon dan lain lain yang diawetkan dengan garam.
2. Mengurangi konsumsi kafein dan alcohol karena dapat meningkatkan tekanan darah.
3. Menambah konsumsi bahan makanan sumber kalium (K), yaitu buah buahan khususnya pisang dan sayuran segar.
4. Mengurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.
5. Banyak minum air putih.
6. Jika berat badan terlalu berlebihan, maka kurangi berat badan.
7. Olahraga secara teratur, selalu mengontrol tekanan darah, hindari stress serta tidak merokok.

Jika ke 7 cara di atas sudah dilakukan. Anda perhatikan, apakah ASI masih tetap berproduksi dengan baik dan jumlah nya tetap mencukupi. Dengan demikian pemberian ASI masih tetap bisa dilakukan. Tetapi jika jumlah ASI berkurang, sehingga si kecil tampak lapar terus, maka mau tidak mau, bayi anda harus diberi tambahan susu formula.

Contoh menu ibu menyusui :

Bangun tidur 1 gelas susu
Pagi Nasi, ikan goring, Tempe bacem, jus wortel
Jam 10.00 Selada buah segar saus sirsak, bubur kacang hijau
Siang Nasi, ayam panggang cabe hijau, tahu kukus isi, Sayur asam Jakarta, Pisang.
Jam 16.00 Setup Nanas
Malam Nasi, Pepes Ikan bumbu kuning, terik tempe, Sayur Lodeh, Apel.
Sebelum Tidur 1 gelas susu.

 

 
     
copyright © 2004 tutisoenardi.com. All rights reserved.